Feeds:
Tulisan
Komentar

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM

Tuesday, 30 September 2008 by Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Burton, MI USA

from the Notes of Grand Shaykh ‘Abdullah Faiz Daghestani

If you follow and obey Allah SWT will give you secret of akhirat, give you happiness in dunya and akhirah. When you say Athiullah, that’s an ocean you cannot limit it. Athiullah means surrender.

Surrender to Allah SWT. When we say Athiúu llaah, what’s the ,meaning in English? [Obey Allah] Means what to obey. Means in this obedience in that letter, in that word,
secrets, not only secrets but everything that’s created is under that khithab, that address. Everything created is under that address. So, when you obey, all that is created is open to you to know about it. He said. All books that Allah reveals to His prophets and Holy Quran that is revealed to

Prophet Muhammad s, when we obey all the knowledge in this book, all the secret will go into you. If you really obey. All these Heavenly Books that have ben revealed with all the secrets will be given to the heart of the WAli. How many letters are there in the Holy Quran? Taher? Nearly around 500,000. How many verses of the Holy Quran? 6,666 all 6, multiply 4 by 6, what happens? They become 24, 2 and 4 become 6. Every verse is made up of what? Every word is made up of what, every letter, Awliya’can take at least 24,000 knowledge to .. And that knowledege is from the secrets of Al-Arif Billah, the Ma’rifat. When I said to myself I begin from the first page.

So, imagine 500,000 letters multiply to 5,000 knowldege, that’s from one reading. If you read the same letter another time, the same another time, you will get another 24,000 knowledge That enter under what, under one word, Athiúllah.

Wilayah (sainthood) is not simple. We can not claim that Wilayah is simple. No. It’s difficult to achieve if you run after your world. But, if Allah wants, it’s easy. So, Awliyaullah, Allah is giving that because of intercession of Prophet s. Let us say to ourselves, “We are representative” . Representative of what? Of eating and drinking? We want to be representative of knowledge. They want to see us on the track, even if it’s slow it’s OK. Later they introduce electricity, they go faster, now turbine, even faster. Also it depends how much we are on track. Don’t be fast and stop, saying “I am tired”. No, go slowly!. the best of miracle is the continuity. Do it slow, but continue.

When you obeying Allah SWT, that knowledge go inside. You’ll be able to open. They said, if you follow that, obedience, we know that you cannot reach full obidience, but if you obey

one, Allah will take away kufr from you. If you are on the track. What is the meaning of to

obey? of Obedience?

I’ll give one small example. You obey if you fast for example. You obey if you do charity, you obey if you pray. if you do. Correct? [Yes Sir]. That is for sure not the obedience they
want from you. That’s is for sure you have to do that. What is the obedience they want? When you face a sin, you say “Oh Allah, I’m dropping that sin for you Allah.” That is more
rewardable to Allah more than you pray. To stop yourselve from committing forbidens.It’ s more difficult than to pray day and night. Because the ego will put all its power to make you fall into that sin.

He said obedience..

It’s not simple. So, that is the cost of it. Awliyaúllah.. . so, everything comes back to nafs, dunya, hawa, and shaytan. If you stop listen to them, then you are safe, then you obey, then you will receiving these secret.

abalonAbalon, itulah nama hewan laut yang memiliki cangkang unik dan luar biasa. Siapa yag sangka bahwa dari hewan laut yang kecil itu, merupakan inspirasi bagi manusia dalam mengembangkan pengetahuan mengenai material keramik. Apalagi dalam mengembangkan teknologi pada keramik konvensional, dimana sifat keramik yang awalnya bersifat isolator, dapat diubah menjadi konduktor. Sehingga saat ini pun keramik sudah dapt digunakan dalam berbagai bidang.

Salah satu material keramik yang sudah lama digunakan oleh manusia dari zaman dulu hingga sekarang adalah porcelain. Porcelain yang merupakan salah satu dari contoh keramik tradisiona0148al yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam bidang konstruksi sampai pada kelistrikan. Proses pembuatan keramik porcelain sendiri membutuhkan suhu 1000-1500oC. sedangkan bila melihat dari alam, contoh keramik terdapat pada cangkang hewan laut, abalon, yang proses pembuatannya hanya membutuhkan suhu 4oC. Rancangan tersebut menarik ilmuwan Turki, Ilhan Aksay dalam melakukan penelitian terhadap cangkang hewan laut. Dalam penelitiannya, Aksay mulai menyadari struktur luar biasa dari abalon. Cangkang hewan laut tersebut memiliki struktur yang amat kokoh, cangkang keramik tersebut amat kuat sehingga dapat mencapai dua kali lipat dari keramik buatan manusia dengan teknologi maju saat ini.

Billy Goodnan, ilmuwan Amerika mengulas cangkang keramik hewan laut tersebut sebagai berikut:

“Ketika diperbesar 300.000 kali dengan mikroskop elektron, cangkang tampak seperti tembok batu bata, dengan batu bata kalsium karbonat berselingan dengan adukan semen protein. Meski sifat alami kalsium karbonat yang mudah hancur, berkat struktur berlapisnya, cangkang ini sangatlah kuat dan lebih tahan pecah dari keramik buatan manusia.”

Terilhami dari contoh ini, Aksay membuat keramik yang sangat keras dan kuat, serta <!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>bentuk berlapis dari boron tank1karbida atau aluminium. Bahan ini biasa dipakai pada perisai kendaraan tempur Amerika Serikat. Keramik yang menjadi perisai tersebut berfungsi sebagai penyerap energi kinetik dari gaya yang bekeja pada tank. Sehingga tank akan aman dari ancaman peluru maupun rudal.

Namun, benda buatan manusia pada akhirnya akan hancur, dan menjadi rapuh, tidak bisa disusun kembali.adapun jika bisa disusun kembali tentunya hanya sebagian saha. Sedangkan benda ciptaan Allah, sangatlah kuat, dan apabila hancur maka strukturnya dapat tersusun kembali secara alami. Hal inilah yang terjadi pada cangkang hewan laut, abalon.

Dari hewan laut kecil bernama abalon, Allah Yang Mahakuasa telah menyingkapkan contoh kearifan-Nya yang tak terhingga pada semua makhluk ciptaann-Nya. Di mana semua hal tersebut tentunya untuk membuktikan akan keagungan Allah SWT. Dalam hal ini, manusia dituntut untuk dapat memahami setiap ciptaan Allah untuk dikaji demi mengembangkan kehidupan manusia.

Benarkah kebanyakan aktivis dakwah terkesan eksklusif? Bagaimana dengan rohis maupun LDK-nya? Kira-kira seperti itulah hal yang saya rasakan sedari SMA sampai saat saya di perguruan tinggi sekarang ini. Adanya kecenderungan bagi aktivis dakwah untuk menutup diri dan bahkan mengekskusifkan diri atau kelompoknya, memang membuat suatu hal yang dapat menimbulkan kesenjangan terhadap lingkungannya. Apalagi terhadap teman-teman yang non-aktivis dakwah.

Hal semacam itu juga sering saya dengar dari teman-teman non-aktivis dakwah, yang memandang bahwa aktivis dakwah itu cenderung eksklusif, jarang bergaul,atau bahkan fanatik serta memiliki syarat yang tinggi untuk dapat masuk ke dalam kelompoknya, seperti harus dapat membaca alquran beserta tajwidnya,bagi yang wanita haruslah memakai jilbab, dll. Hal ini tentu saja akan membuat teman-teman yang non-aktivis merasa segan atau bahkan cenderung ‘malas’ saat ingin bergaul dengan para aktivis dakwah, begitu juga sebaliknya. Sehingga perlu diambil pelajaran bagi berbagai organisasi dakwah, bahwa sering kali temen-temen kita beranggapan bahwa organisasi itu “EKSLUSIF” dan orang-orangnya “Fanatik”.

Padahal yang saya rasakan saat terlibat dalam organisasi dakwah, semua orang-orangnya sama sekali tidak seperti itu dan tidak akan pernah seperti itu. Lantas apa yang menyebabkan teman-teman kita yang non-aktivis beranggapan seperti itu? Apakah benar kalau para aktivis dakwah jarang bergaul dengan mereka? Merasa bahwa tidak adanya kecocokan saat bergaul dengan yang lain? Lebih merasa nyaman bila bersama dengan yang ‘sejenis’ dengan mereka? Hal tersebut tentunya tidaklah salah bila terjadi klop/ gap dalam pergaulan, atas dasar adanya kecocokan pada kebiasaaan, hobi maupun dalam sikap bergaul.

Lalu, adakah yang dapat memberitahu pada saya solusi dari fenomena di atas?

Siapa yang tidak kenal dengan besi? Mendengar namanya saja mungkin orang sudah banyak tahu tentang benda yang satu ini, karena kegunaan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari sudah begitu banyak. Yang menariknya, besi merupakan satu-satunya unsur logam yang dijadikan oleh Allah sebagai sebuah surat dalam Al Quran, yaitu Surat Al Hadid yang artinya “besi”. Dan kata Al-Hadid itu sendiri diambil dari ayat 25 surat tersebut.

“….. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya”. (Al Hadid:25)

Dalam ayat itu, Alquran secara jelas mengungkapkan tentang penciptaan besi, kekuatan besi dan manfaat besi bagi manusia. Dengan besi itu, umat Islam juga bisa menolong agama Allah.

Penciptaan Besi

Besi merupakan unsur logam yang paling melimpah di bumi (sekitar 36%). Faktanya, dari penelitian astronomi modern maka telah diketemukan mengenai suatu hal yang luar biasa. Bahwa besi yang ada di perut bumi berasal dari bintang-bintang di luar angkasa.

Dari sisi kapasitasnya, besi memiliki bentuk (struktur) yang unik. Agar elektron-elektron dan nitron-nitron dapat menyatu dalam unsur besi maka ia butuh energi yang luar biasa mencapai 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita.” Ini berarti, tidak mungkin besi itu telah terbentuk saat berada di bumi. Pasti ada unsur asing yang turun ke bumi dimana ia belum terbentuk di sana.

Dapat dikatakan bahwa besi terbentuk dari bintang yang lebih besar dari matahari, sehingga ketika suhunya naik dan meledak, maka pecahannya akan berhamburan ke seluruh alam semesta, kemudian tertarik oleh gravitasi bumi, dan tertanam selama jutaan tahun lamanya di bumi.

Jelas bahwa Allah telah menciptakan besi dan kemudian menurunkannya ke bumi untuk dapat diolah serta dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan.

Besi yang terkandung dalam perut bumi pun, sudah sejak lama menjadi material pokok yang digunakan oleh manusia dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pada masa peperangan dulu, besi menjadi bahan baku paling penting dalam membuat peralatan tempur seperti pedang, perisai dan baju besi. Salah satu sumber mineral yang memiliki arti penting dalam sejarah teknologi Islam pun adalah besi dan baja. Di era kejayaan Islam, perkembangan teknik pengolahan besi dan baja sudah sangat berkembang pesat.

’

Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. Teknik pengolahan besi juga telah diinformasikan oleh Allah dalam Al Quran berpuluh-puluh abad lamanya. Dalam surat Al-Khafi ayat 96.

“Berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”. (Al Kahfi: 96)

Dari ayat di atas, diketahui bahwa Allah telah memberi informasi tentang proses pengolahan besi yang sangat penting melalui kisahtanurbesi1 Dzulkarnain. Tentu saja hal ini sejalan dengan proses pengolahan besi yang sudah dilakukan oleh manusia dari zaman dulu hingga zaman sekarang di mana pengolahan besi saat ini sudah begitu canggih, seperti proses peleburan bijih besi, pembakaran, proses tuang, cor, tempa, dan lainnya. Bila ayat di atas dikaji lebih lanjut, maka akan diperoleh suatu proses pengolahan besi yang lebih maju dan berkembang di zaman sekarang ini, yaitu melalui proses blast furnace (tungku tanur tinggi). Proses ini diawali dengan dimasukkannya bijih besi, bersama dengan batu kapur dan kokas ke dalam tungku tanur. Di dalam tungku tanur dialirkan udara panas yang akan membakar kokas, yang kemudian akan bereaksi dengan bijih besi. Kokas yang bereaksi dengan bijih besi, akan menjadikan temperatur semakin meningkat hingga mencapai temperatur leleh besi, pada 1650oC. Pada temperatur ini besi akan terbakar, sehingga terlepas dari oksidanya, yang menyebabkan warnanya akan berubah menjadi merah (akibat proses pembakaran) hingga akhirnya menjadi besi cair. Hal ini tentunya sejalan dengan informasi pengolahan besi pada Al Kahfi:96

“….berkatalah Dzulkarnain, “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api,….”

Lanjut Baca »

Mekanisme Ledakan Bom

Beberapa tahun yang lalu, di Indonesia sedang marak-maraknya peristiwa pemboman di berbagai tempat dengan mengtasnamakan sebuah “kepentingan”. Media cetak maupun elektronik pun marak mepublikasikan hal tersebut. Dan tentunya kita masih ingat dengan nama Imam Samudra (The Smiling Terrorist) atau Amrozi. Sosok yang namanya melejit pasca peledakan Bom Bali I dan II ini sempat menjadi momok yang menakutkan. Kasus peledakan bom yang sering terjadi saat ini pun, sering kali dikaitkan pada kedua sosok ini.

Namun, tahukah kita bagaimana proses tejadinya ledakan bom ini? Mengapa bisa timbul ledakan?

Tulisan ini tidak bermaksud mengajarkan pembaca bagaimana membuat bom. Namun, bermaksud untuk menjelaskan secara umum bagaimana mekanisme sederhana ledakan bom itu bisa terjadi ditinjau secara kimia.

Dalam istilah kimia, reaksi peledakan ini dikenal dengan nama reaksi eksplosif. Reaksi eksplosif merupakan reaksi kimia yang berlangsung sangat cepat dan berlangsung dalam waktu sangat singkat. Reaksi eksplosif ini akan membebaskan sejumlah energi yang sangat besar. Dalam skala yang besar, reaksi ini mampu menghancurkan benda-benda yang berada dalam radius daya ledaknya. Reaksi inilah yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan ledakan bom.

Reaksi peledakan ini biasanya berlangsung dengan adanya katalis. Katalis inilah yang menyebabkan suatu reaksi kimia berlangsung dengan cepat. Katalis adalah suatu zat yang dapat meningkatkan kecepatan reaksi tanpa memodifikasi perubahan energi gibbs standar dari suatu reaksi (Admin Alif, 2005).

Platina merupakan salah satu contoh katalis yang digunakan untuk mempercepat terjadinya reaksi antara hidrogen dan oksigen dalam fasa gas. Dari reaksi ini dapat menyebabkan ledakan.

Dari beberapa literatur, diketahui bahwa katalis dapat menghasilkan atom hidrogen dari molekul hidrogen dan atom ini akan menyebabkan terjadinya reaksi rantai yang sangat cepat.

Disamping katalis, reaksi peledakan juga bisa terjadi jika ada nyala api, seperti nyala dari korek api, dan sebagainya. Nyala api ini dapat menjadi pemicu terbentuknya radikal bebas. Dalam suatu mekanisme reaksi, radikal bebas ini dapat menyebabkan reaksi bercabang yang menghasilkan lebih dari satu radikal. Jika reaksi radikal ini terjadi dalam jumlah yang banyak, maka jumlah radikal bebas dalam suatu reaksi akan meningkat. Akhirnya reaksi akan berlangsung sangat cepat dan akan dibebaskan energi yang sangat besar. Selanjutnya terjadilah ledakan.

Albert Einstein pernah memperkenalkan kepada dunia mengenai hubungan antara energi dengan massa dan kecepatan suatu benda yang dikenal dengan persamaan E = M.C2. Jika kita hubungkan dengan reaksi peledakan diatas, didapatkan suatu kesimpulan bahwa suatu reaksi peledakan akan semakin besar jika massa reaktan (zat yang mengalami reaksi) digunakan dalam jumlah besar dengan adanya kecepatan yang sangat tinggi. Einstein mendefinisikan kecepatan disini adalah kecepatan cahaya yang dikuadratkan. Dari penggunaan tersebut terjadinya ledakan yang dasyat.

Dalam skala laboratorium reaksi peledakan ini pun bisa diuji-cobakan. Dari berbagai literatur, di laboratorium terdapat banyak sekali zat-zat kimia yang jika dicampur dapat menyebabkan terjadinya ledakan. Meski ledakan yang terjadi tergolong kecil, namun secara prinsip hampir sama reaksi ledakan lainnya dalam skala besar. Tinggal kita memperbesar konsentrasinya saja. Selanjutnya agar terjadi ledakan, maka ditambahkanlah katalis atau nyala api untuk mempercepat terjadinya reaksi atau pembentukan radikal bebas. Akibatnya akan membebaskan sejumlah energi yang besar.

Tulisan Sebelumnya »