Ketahanan Nasional dan Ketahanan Regional

Bangsa Indonesia memiliki cita-cita luhur dan indah yang ingin dicapai. Dalam pencapaian cita-cita suatu bangsa, maka sangat ditentukan oleh adanya tujuan nasional yang jelas. Lazimnya, suatu bangsa yang ingin mencapai tujuan nasioal tersebut akan menghadapai tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang senantiasa perlu dihadapi atau ditanggulangi. Oleh karena itu suatu bangsa haruslah memiliki kemampuan, kekuatan, ketangguhan, serta keuletan. Umumnya inilah yang dinamakan Ketahanan Nasional. Secara bahasa, ketahanan nasional adalah kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala macam tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun yang tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan dalam mengejar keutuhan dan kejayaan NKRI sebagai tujuan nasional yang ingin dicapai.

 

Ketahanan nasioal juga merupakan tingkat keadaan keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghimpun dan mengerahkan seluruh kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ada sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan, maupun kepribadian bangsa dalam mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-citanya.

 

Kondisi atau keadaan dari ketahanan nasional selalu berkembang, dan dewasa ini, istilah ketahanan nasional sudah dikenal di seluruh Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa istilah tersebut telah menjadi milik bangsa Indonesia. Walaupun banyak pihak ataupun instansi yang telah menggunakan istilah tersebut, namun lembaga yang secara serius dan terus menerus mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional adalah Lembaga Pertahanan Nasional yang disingkat dengan Lemhannas. Sehingga ketahanan nasional pun terus menerus berkembang dan mengalami perubahan ke arah lebih baik. Sehingga dalam hal ini, diperluakan ketangguhan dan keuletan dari masyarakat itu sendiri. Karena ketangguhan dan keuletan menyangkut antara lain masalah mentalitas, cara berpikir, cara mengambil sikap, baik sebagai perorangan maupun sebagai bangsa yang satu, sehingga diperlukan adanya pembinaan dan pengarahan. Ulet berarti tidak mudah putus asa, tidak akan menyerah pada tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Tangguh berarti adanya kemampuan mengatasi keadaaan dengan cara efektif, meskipun misalnya dengan peralatan yang sederhana sekalipun.

 

Usaha untuk mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh ini bukanlah merupakan hal yang baru. Tapi pembinaan dan peningkatan yang sesuai dengan kebutuhan haruslah dilakukan terus menerus disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia. Pembinaan ketahanan nasional di Indonesia dapat dilakukan di pelbagai bidang : Ideologi, politik, social – budaya, ekonomi, dan Hankam, baik serempak maupun menurut prioritas kebutuhan kita. Sehingga perwujudan ketahanan nasional di Indonesia dapat diwujudkan dalam aspek lokasi, posisi geografis, kekayaan sumber daya alam, aspek penduduk, ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan keamanan, dan aspek kaotik yang meliputi kraetifitas dan kekayaan tradisional.

Kondisi dan keadaan selalu berkembang juga menuntut ketahanan nasional perlu dikembangkan dan dibina. Proses pengembangan dan pembinaan dari ketahanan nasional juga harus didukung dengan adanya ketahanan regional yang baik. Ketahanan di masing-masing regional yang baik merupakan aspek penting dalam menunjang ketahanan di tingkat nasional. Karena dengan baik dan utuhnya ketahahanan di masing-masing regional, maka akan mewujudkan keutuhan sebuah negara. Oleh karena itu, ketahanan regional juga haruslah meninjau dari pelbagai bidang yang meliputi Ideologi, politik, social – budaya, ekonomi, dan Hankam, karena semua bidang yang dinilai secara bersama tersebut bertujuan guna memperkokoh bangsa sebagai satu regional yang solid dan erat.

 

Politik Strategi Nasional

Perkataan politik berasal dari kata Yunani Polistania. Polis berarti ‘ kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri (negara). Sedangkan taia berarti ‘urusan’. Dan dari penggunaanya, kata politik sering mempunyai arti-arti yang lain. Untuk memberikan pengertian kata politik, maka dapat disampaikan beberapa arti kata politik dari segi kepentingan penggunaannya, yaitu : kepentingan umum dan kebijaksanaan.

 

Sistem politik adalah suatu sistem yang mempunyai ruang lingkup di bidang politik, meliputi bagian-bagian/lembaga-lembaga yang berfungsi di bidang politik yang kegiatannya menyangkut soal-soal politik, yaitu hal-halyang menyangkut kehidupan kenegaraan. Sistem politik meliputi semua kegiatan-kegiatan yang menentukan kebijaksanaan umum dan menentukan bagaimana kebijaksanaan itu dilaksanakan.

 

Dilihat dari segi strukturnya, maka struktur politik merupakan suatu keseluruhan dari pengelompokkan yang timbul dari masyarakat baik berupa lembaga-lembaga kenegaraan maupun kemasyarakatan yang berpengaruh dalam suatu pembuatan kebijaksanaan yang authoritative dan mengikat masyarakat. Sedang dilihat dari segi prosesnya,maka proses politik disini berarti suatu interaksi antara bentuk struktur lembaga-lembaga dalam masyarakat yang keseluruhannya merupakan struktur politik. Secara fungsional maka proses politik itu dapat ditanggapi sebagai berlangsungnya suatu equilibrium, sebagai pengaruh timbale-nalik antara fungsi input dan output yang disumbangkan oleh semua bentuk-bentuk structural tersebut.

 

Berdasar pengertian di atas, baik untuk kepentingan umum maupun sebagai kebijaksanaan, maka pengertian tersebut diintegrasikan dalam memberikan pengertian politik nasional. Sehingga pada hakekatnya, kebenaran dari politik nasional adalah sama dengan kebijaksanaan nasional yang menjadi landasan serta arah bagi penyusunan konsep strategi nasional. Karena kebijakan nasional merupakan suatu manifestasi di mana tujuan nasional hendak dicapai melalui rumusan-rumusan pokok yang dapat menjamin tercapainya tujuan nasional tersebut.

 

Dewasa ini, politik nasional adalah politik pembangunan. Seperti yang telah dikemukakan bahwa tugas yang diberikan oleh UUD kepada setiap pemerintahan Indonesia adalah pembangunan bangsa Indonesia. Selain itu, politik nasional juga dapat diartikan sebagai alat perjuangan dan konsepsi perjuangan yang mengarah kepada:
–    pencerminan ideology, aspirasi, dan sikap suatu bangsa
–    manifestasi dari ide dan sikap kea rah tindakan yang nyata.

 

Diperlukan adanya tindak lanjut dari pelaksanaan politik nasional tersebut. Tidak hanya pada diplomasi, dan perang, melainkan juga pada ideology, dan psikologi,kekkuatan politik, ekonomi, sosial budaya, dan kekuatan militer. Seluruh kekuatan ini menghendaki integritas, pengaturan, dan penyusunan serta penggunaan yang terarah. Sehingga dalam pelaksanaannya, perlu diadakannya suatu cara atau tindakan yang tepat dalam menjalankan politik nasional tersebut. Cara tersebut kemudian dikenal dengan strategi nasional. Strategi nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan menggunakan kekuatan-kekuatan nasional (yaitu ideology, politik, ekonomi, sosial-budaya,dan militer) dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Sehingga dapat dikatakan bahwa strategi nasional merupakan cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai tujuan dan sasaran nasionalnya.

 

Adapun politik dan strategi nasional sangat dipengaruhi oleh unsure-unsur ideology, politik, ekonomi, sosial-budaya, hankam, serta ancaman dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, syarat utama bagi pelaksanaan politik dan strategi nasional adalah terciptanya stabilitas nasional.

 

Pelaksanaan politik dan strategi nasional dirumuskan melalui proses yang disebut pemikiran strategi, yaitu pemikiran strategi tingkat nasional yang mampu mempertemukan antara:
a.    Sasaran-sasaran alternative
b.    Cara bertindak yang dipilih
c.    Kekuatan nasional yang tersedia
d.    Tersedianya anggaran dan pembiayaan
e.    Tersedianya data dan informasi yang up to date.

 

Oleh karena itu, politik dan strategi nasional tersebut merupakan budi daya bangsa dan negara RI untuk mempertahankan eksistensidan kelangsungan hidupnya, maka:
a.    Harus terciptasuatu stabilitas nasional yang makin mantap
b.    Tata bina nasional yang baik.
c.    Peran serta seluruh warga negara secara positif
d.    Mencegah dan mengurangi segala ancaman, gangguan, hambatan, maupun tantangan yang timbul maupun yang diperkirakan akan timbul.

 

Sedangkan di dalam proses perumusan politik dan strategi nasional perlu diperhatikan azas-azas sebagai berikut:
a.    Azas keterpaduan dan prioritas
b.    Azas manfaat dan prioritas
c.    Azas kekenyalan dan pandangan jauh ke depan
d.    Azas pembagian kewenangan dan tangggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s