Community Development MTM ITB

Apa dan Bagaimana.

Community Development (Pengembangan masyarakat) didefinisikan sebagai suatu proses yang dirancang untuk menciptakan kemajuan kondisi ekonomi dan sosial bagi seluruh warga masyarakat dengan partisipasi aktif dan sejauh mungkin menumbuhkan prakarsa masyarakat itu sendiri (PBB,1955).

 

Tropman, dkk (1993) mengemukakan, bahwa :
”Community Development merupakan suatu cara untuk memperkuat warga masyarakat dan untuk mendidik mereka melalui pengalaman yang terarah agar mampu melakukan kegiatan berdasarkan kemampuan sendiri untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka sendiri pula”.

 

Dari kedua definisi tersebut dapat dipahami mengenai dua hal, yaitu:
1.    Masalah utama dalam Community Development adalah sosial ekonomi.
2.    Mensyaratkan partisipasi penuh warga masyarakat di dalam seluruh proses kegiatan (mulai dari gagasan sampai kepada pemanfaatan).

 

Konsep ini diterapkan pada sebuah lingkungan masyarakat setempat/ lokal, yang biasanya masih memiliki norma-norma sosial tentang konsensus, homogenitas, dan harmoni (identik dengan masyarakat perdesaan).

 

Latar Belakang.
Mahasiswa yang dikenal sebagai insan akademis, telah memiliki banyak peran bagi perubahan bagi bangsa Indonesia. Peran mahasiswa yang yang fundamental tersebut tak lepas dari potensi-potensi yang ada pada diri mahasiswa itu sendiri. Memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, jiwa muda yang penuh dengan semangat, memiliki rasa ingin tahu yang besar, serta memiliki keinginan yang besar dalam berkarya, dan bergerak dalam membawa perubahan. Termasuk didalamya, mahasiswa teknik material sebagai insan akademis dan intelektual muda, dituntut untuk memiliki kemampuan akademis dan kesadaran sosial yang tinggi. Kemampuan akademik dapat diperoleh dari pendidikan formal seperti pada perkuliahan ataupun dengan proses belajar mandiri, sedangkan kesadaran sosial dapat diperoleh dengan keinginan untuk mau memperhatikan keadaan lingkungan sekitar.

Rasa kesadaran sosial inilah yang mendorong mahasiswa teknik material untuk memberikan kontribusinya dalam kegiatan pengembangan masyarakat. Sebuah program pengembangan dan pengabdian masyarakat yang akan diadakan ini, bersifat kesinambungan, partisipasif, holistik, dan terintegrasi, serta dirumuskan dengan menekankan usaha–usaha pengembangan masyarakat  yang terorganisir, bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat, dan memberdayakan masyarakat untuk mampu bersatu dan mengarahkan diri sendiri. Pengembangan masyarakat yang bekerja terutama melalui usaha-usaha bersama dari individu-individu di dalam masyarakat untuk bersama-sama terlibat aktif dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang akan diadakan ini sebagai awal mula dari program pengembangan masyarakat. Kegiatan yang didasari atas usaha-usaha bersama antara mahasiswa teknik material dan masyarakat yang bergerak bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup masyarakat itu sendiri.

 

Tujuan yang ingin dicapai oleh MTM, antara lain:
•    Menumbuhkan rasa kepedulian dan rasa prihatin terhadap kondisi masyarakat yang selama ini jauh dari wawasan pergaulan mahasiswa teknik material pada umumnya.
•    Memberikan pemahaman bahwa segala potensi yang ada pada mahasiswa akan lebih berarti apabila potensi tersebut termanfaatkan dengan baik. Potensi yang ada meliputi potensi intelektualitas, koneksi yang luas, finansial, dan daya gerak yang kuat.
Adapun tujuan yang diharapkan tercapai bagi desa tempat pengembangan masyarakat, antara lain:
•    Membangkitkan partisipasi penuh warga masyarakat.
•    Perwujudan kemampuan dan integrasi masyarakat untuk dapat membangun dirinya sendiri.

 

Perkembangan Comdev MTM.
Sejauh ini, perkembangan comdev MTM masih dalam pratahapan, dimana merupakan tahapan persiapan pelaksanaan sebelum mencapai pelaksanaan pengembangan masyarakat yang sebenarnya dimulai. Pada prosesnya, dalam pratahapan ini dibentuk dua tim yaitu tim survey dan konsep. Dengan tim konsep yang terdiri dari, Babang MT07, Eki MT07, Tara MT07, Dimas MT07, Ivan MT07, Irfan MT07.
Tim survey terdiri dari, Ade MT07, Gian G. MT07, Ghazi MT07, Fahmi MT07, GinkaMT07, Ferdi MT08, Reza MT08, Alwin MT08.

 

Dalam hal konsep, masih berkutat diseputar melakukan analisis terhadap kebutuhan MTM di kegiatan pengembangan masyarakat, melalui penarikan aspirasi dengan metode kuesioner untuk tiap angkatan, dan merumuskan swot MTM terhadap kegiatan pengembangan masyarakat yang akan dilakukan. Survey yang telah dilakukan sejauh ini, meliputi assessment ke 5 desa, antara lain: desa pulosari di Pengalengan, desa panglipurgalih dan bukit tungggul di Lembang, serta desa cikendung dan cibitung di Subang.

 

Asessment yang dilakukan meliputi, data global, kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, seperti kebutuhan pangan, air, kesehatan, fasilitas umum, serta infrastruktur. Survey dilakukan dengan parameter seperti waktu dan jarak tempuh, serta demografi desa (wilayah pertanian, perkebunan teh, pusat kerajinan tangan/ industri kecil/ ukm, dll). Serta mencari data sekunder (mengenai informasi/ data statistik kabupaten, kecamatan, dan desa di Bandung) melalui bps bandung. Dalam pratahapan ini, diharapkan nantinya akan menghasilkan kebutuhan MTM yang dapat disesuaikan dengan keadaan/ kondisi desa yang akan dijadikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat (community development) MTM, khususnya dalam hal keprofesian teknik material.

One thought on “Community Development MTM ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s