Belajar Untuk Belajar

“Belajar adalah mengambil makna akan segala yang terjadi di dalam kehidupan kita” (niko)

 

Pada hakikatnya, hidup ini merupakan rangkaian pembelajaran serta sarana menempa diri agar senantiasa menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.  Begitu banyak hal yang tersaji dari perjalanan kehidupan kita. Semua hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, dan kita ucapkan, dapat menjadi sesuatu yang sarat akan makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.

 

Little things mean a lot, yup, banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit lebih berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, dan tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya.

 

Ketika peristiwa/ kejadian yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka hal tersebut hanya akan menjadi masa lalu hampa akan nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika mau menggali lebih dalam sedikit saja, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara di lautan, sebelum ada  orang yang mau menyelam ke dasar lautan dan mengeluarkannya dari cangkang kerang, maka tidak akan ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.

 

Cukup sulit untuk menjadi pembelajar sejati, khususnya bagi diri pribadi. Bagi saya, seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba untuk mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh saya pun ingin menjadi orang seperti itu: Seorang yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut pandang positif. Seorang yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi keberadaannya. Sebagaimana halnya dengan mutiara yang akan tetap ada di dalam kerang, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak.

 

Belajar, belajar, dan belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, bagi saya merupakan bagian dari proses membentuk diri, diri dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga. Dan proses ini tidak akan berhenti sampai ajal menjelang. Bila saat itu tiba, saya baru dapat menunjukkan dan mengatakan “Inilah saya, saya seutuhnya, dan saya yang sesungguhnya!”.

One thought on “Belajar Untuk Belajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s