Seberapa besar ‘Kurva Hysterisis’ kita setelah bulan Ramadhan?

Bagi sebagian orang yang belajar mengenai ilmu magnet, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kurva hysterisis magnet. Yah, kurva hysterisis magnet menggambarkan besar kekuatan magnet yang dapat ada pada suatu material feromagnetik/ ferimagnetik. Besar kekuatan magnet tersebut dinyatakan dengan simbol Mr (magnetik remanensi), yaitu besarnya kekuatan magnet yang dapat ada pada suatu material setelah medan magnet dihilangkan (dibuat nol). Kurva Hysterisis juga menggambarkan  sejauh mana suatu material  dapat dimagnetisasi/ di-demagnetisasi. Bentuk dan ukuran kurva hysteresis untuk material feromagnetik dan ferimagnetik memiliki arti yang sangat penting dalam aplikasinya. Daerah yang berada di dalam kurva menunjukkan kehilangan energi magnetik per satuan volume material per siklus; kehilangan energi ini diwujudkan dalam bentuk panas yang dapat menaikkan temperatur material.

 

Berdasarkan sifat hysterisis-nya, kedua bahan feromagnetik dan ferimagnetik diklasifikasikan menjadi bahan magnetik lunak (soft magnet) dan bahan magnetik keras (hard magnet). Bahan magnetik lunak digunakan pada alat yang bekerja dalam medan magnetik bolak-balik dimana kehilangan energinya harus rendah, misalkan untuk inti (core) transformator. Jadi, daerah yang berada di dalam hysteresis loop harus relatif kecil, seperti pada gambar di atas yang diperlihatkan dengan loop yang sempit. Sebagai konsekuensinya, bahan magnetik lunak harus memiliki permeabilitas awal yang tinggi dan koersivitas yang rendah. Bahan yang memiliki sifat-sifat demikian dapat mencapai magnetisasi jenuh dengan pemberian medan luar yang relatif rendah (mudah dimagnetisasi dan di-demagnetisasi). Sebaliknya, bahan magnetik keras dengan loop yang besar, untuk dapat mencapai magnetisasi jenuh (keadaan dimana momen-momen magnet pada material berada dalam satu arah), maka diperlukan pemberian medan magnet yang tinggi. Sehingga bahan magnetik keras akan sulit untuk dimagnetisasi dan di-demagnetisasi.

 

Lantas apa hubungannya dengan bulan Ramadhan?

1. Bulan Ramadhan ibarat sebuah medan magnet, yang dapat mengarahkan seluruh ‘momen-momen magnet’ (baca: sifat) yang ada dalam diri kita, untuk berada pada satu arah, yaitu arah untuk beribadah kepada Allah SWT.

 

2. Bagi orang-orang yang menganggap bahwa ramadhan hanyalah suatu momentum tanpa adanya upaya untuk peningkatan kualitas diri, dan tak ada hubungannya dengan 11 bulan lainnya. Maka orang yang seperti itu akan mudah saja untuk ikut-ikutan dalam berbagai kegiatan guna menghiasi momen di bulan ramadhan. Orang yang seperti itu, akan mudah untuk di’magnetisasi’, namun setelah bulan ramadhan berakhir, akan dengan mudah terjadi ‘demagnetisasi’ (bersifat soft magnet). Sehingga loop pada kurva hysterisis yang terbentuk akan kecil, dan tidak dapat menginduksi (baca: pengaruh) pada kehidupan diri dan orang lain yang ada di sekitar. Akibatnya, orang tersebut akan kurang bermanfaat untuk diri maupun orang lain.

 

3. Sebaliknya, bagi orang yang menjalani ramadhan disertai dengan upaya peningkatan kualitas diri dalam berbagai aspek (ibadah, akhlak, dll), maka pada akhir bulan ramadhan, orang tersebut akan mendapatkan loop kurva hysterisis yang besar (bersifat hard magnet), sehingga dapat secara kuat meng’induksi’ kehidupan orang lain. Pada akhirnya orang yang seperti itu akan dapat membawa banyak manfaat bagi kehidupan orang lain yang ada di sekitarnya.

 

Sebagaimana sabda rasulullah saw,

” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ” (HR. Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s