Kepemimpinan

Pengertian
Kepemimpinan pada dasarnya adalah mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan sesuatu, yaitu mengubah potensi bawahan menjadi kompetensi bawahan. Cara memimpin dapat menentukan berhasil tidaknya kepemimpinan seseorang dalam memotivasi bawahannya agar tugas dapat dilaksanakan. Tugas lain atasan sebagai pemimpin adalah membuat, mengorganisir, dan membuat keputusan.

 

Faktor yang mempengaruhi
Karakteristik Pribadi
– Kemampuan untuk membuat keputusan (Analisa, ketepatan dan kecepatan)
– Kredibilitas (tampil menarik)
– Kompetensi yang diperlukan sesuai levelnya.
– Bawahan yang dipimpin
– Kesiapan psikologis (kemandirian, tanggung jawab, dan motivasi)
– Kesiapan Tugas (pengalaman, pengetahuan, keterampilan) bawahan dalam melaksanakan tugasnya.
– Situasi
– Perubahan situasi menuntut perubahan kemampuan memimpin, sehingga diperlukan fleksibilitas.

 

Jenis kepemimpinan.
Kepemimpinan yang positif.

Hakekatnya orang bersedia melaksanakan suatu tugas bila diberikan kesempatan atau dorongan/motivasi.
Memberikan penjelasan dan perintah-perintah sehingga bawahan secara rasional dan emosional merasa terlibat dengan tugas-tugas tersebut.
Memperhatikan dan menyediakan sarana untuk mendukung dan memperlancar tugas tersebut (peka terhadap situasi dan kondisi).

 

Kepemimpinan yang negatif

Bawahan harus dipaksa bekerja dan menjadi produktif karena pada hakekatnya orang tidak mau bekerja.
Memotivasi orang dengan cara menciptakan rasa takut, bersikap dominan (tidak mau menerima umpan balik).
Mendorong bawahan dengan ancaman

 

Kepemimpinan berdasarkan penekanan peran

Kepemimpinan otokratis
Memusatkan kekuasaan dan keputusan pada diri sendiri
Memberikan keterangan yang minim pada bawahannya (sekedar untuk menjalankan tugas)

 

 

 

 

Kepemimpinan partisipatif
Mendesentralisasi kekuasaan dan tidak membuat keputusan sendiri, tetapi membuka diri untuk masukan dari bawahannya.
Memberi informasi yang cukup pada bawahannya.

 

 

 

Kepemimpinan lepas
Bergantung sepenuhnya terhadap bawahan
Bawahan menentukan sendiri tujuan dan cara penyelesaiannya

 

 

 

 

Keterampilan dasar dalam kepemimpinan
– Keterampilan Konseptual (High Manager)
– Keterampilan melihat permasalahan/ tugas-tugas sebagai suatu keseluruhan (keterampilan analitis)
– Keterampilan Relasional (Medium Manager)
– Keterampilan untuk bekerja dengan orang lain secara efektif dan dapat mengembangkan kerjasama yang kondusif dalam organisasi yang dipimpinnya.
– Keterampilan Teknis (Low Manager)
– Keterampilan untuk mengerti dan mengerjakan suatu aktifitas kegiatan tertentu.

 

Pemimpin sebagai pengemban otoritas.
– Harus pandai dalam menjalin hubungan dengan anggotanya dan pandai menempatkan dirinya.
– Mereka harus melaksanakan otoritasnya hingga mencapai penerimaan maksimal oleh bawahannya.
– Harus bertindak sebagai pemimpin pasukan dengan memperkuat pasukan tersebut.
– Harus secara terus menerus menjalin hubungan secara formal maupun informal dengan bawahannya terus menerus.

 

Tiga faktor penting dalam kepemimpinan.
– Orang yang memimpin
– Orang yang dipimpin
– Situasi yang dihadapi

 

Ciri kepemimpinan yang tidak efektif
Gaya kepemimpinan yang tdak sesuai dengan kebutuhan
Bawahan melaksanakan tugas dengan rasa paksa
Tujuan pribadi tidak sesuai denga tujuan organisasi.

 

Ciri kepemimpinan yang efektif
Timbul rasa mantap pada diri bawahan, percaya pada kemampuan, reaksi puas, dan peningkatan diri.
Bawahan percaya pada pimpinannya.
Tercipta hubungan kerjasama yang kondusif.
Siap pecahkan masalah, tidak lari dari kenyataan.
Merangsang dan mengembangkan pola piker dan tingkah laku yang berorientasi pada tujuan organisasi.

 

Dua macam tingkah laku pimpinan dalam mempengaruhi aktivitas orang lain.
Tingkah laku tugas
Seberapa jauh pimpinan melibatkan diri dalam merumuskan tugas-tugas dan tanggung jawab dari seseorang atau kelompok.

Tingkah laku hubungan
Seberapa jauh pimpinan melibatkan diri dalam memelihara hubungan pribadi antara dirinya dan orang lain/ kelompok melalui komunikasi dua arah, memberikan dukungan sosio emosional, tepukan psikologis dan tindakan membantu.


Tingkah laku ini meliputi:
Mendengarkan
Menggugah semangat
Membantu
Memberikan penjelasan
Memberikan pujian

 

Gaya kepemimpinan
Merupakan bentuk tingkah laku (kata-kata dan tindakan) dari pimpinan yang diamati oleh orang lain. Gaya-gaya kepemimpinan meliputi:
Gaya 1
Pimpinan memberi instruksi terhadap seseorang atau kelompok tentang apa, siapa, bilamana, dimana, bagaimana, dan mengapa tugas itu dilakukan. Komunikasi digunakan satu arah dan pimpinan yang membuat keputusan.


Gaya 2
Pimpinan membimbing tindakan-tindakan dan pada waktu yang sama memberi kesempatan untuk bertanya. Komunikasi digunakan secara dua arah dan pimpinan yang membuat keputusan.

Gaya 3
Pimpinan memberi semangat, mengajak diskusi, dan meminta bawahan untuk mengambil bagian. Dalam hal ini pimpinan membantu dan memberikan kesempatan pada bawahan untuk membuat keputusan.

Gaya 4
Pimpinan memberikan sedikit arahan tingkah laku supportive. Komunikasi dugunakan dua arah dan bawahan yang membuat keputusan.

 

Hal yang perlu diperhatikan

Berikan resiko yang diperhitungkan.
Tidak banyak melimpahkan tanggung jawab secara mendadak.
Reward (penghargaan) dan Reiforcement (penguatan) adalah sarana penting untuk mengembangkan seseorang.

 

(diadaptasi dari materi kepemimpinan TFT MTM ITB)

One thought on “Kepemimpinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s