Pemisahan Zat Pewarna Tinta Stabilo Mengunakan Kromatografi Kertas (I)

VARIABEL PERCOBAAN

Variabel yang digunakan dalam kromatografi lapisan tipis untuk tinta stabilo adalah sebagai berikut :

DESAIN PERCOBAAN

Rancangan percobaan yang digunakan pada percobaan ini adalah Factorial Design = 2^n. Percobaan menggunakan 4 variabel, dan setiap variabel terdiri dari dua kondisi, yaitu (+) dan (-). Pengujian dilakukan sebanyak 2^4 kali, atau sebanyak 16 runs. Berikut rancangan percobaan yang kami lakukan :

PROSEDUR PERCOBAAN

1. Alat dan Bahan
A.    Alat dan Bahan :     –   Stabilo berbeda yang berwarna sama 2 buah
–    16 strip kertas kromatografi dengan ukuran yang sama
(3 x 9 cm)
–    Tusuk gigi 16 buah
–    Mangkok sedang 1 buah
–    Gelas ukur 1 buah
–    Air mineral 40 ml
–    Garam 7.8 gram
–    Gunting 1 buah
–    Pensil 1buah
–    Penggaris 1buah
–    Lem Cair 1buah
–    Pemanas
–    Stopwatch

2. Prosedur Percobaan
1.    Potong kertas saring dengan ukuran (3 cm x 9 cm) persegi panjang
2.    Tarik garis sebesar 1 cm dari ujung kertas secara horizontal menggunakan pensil.
3.    Rekatkan kertas pada batang penyangganya, yaitu tusuk gigi
4.    Buat satu titik yang tepat berada di tengah garis yang telah dibuat,untuk menunjukkan warna dari tinta stabilo yang akan diteliti. Dibawah garis, gunakan pensil untuk memberi label nama dari merk stabilo
5.    Susun alat kromatografi seperti pada gambar di bawah ini:


6.    Sebanyak 40 ml pelarut dituang ke dalam mangkok sedang
7.    Bubuhkan tinta stabilo pada garis yang berada pada bagian bawah kertas kromatografi (1.5 mm dari bagian bawah kertas kromatografi). Usahakan untuk membuat titik sekecil mungkin pada kertas dan jaga agar titik yang dibuat untuk setiap percobaan tetap sama
8.    Akibat dari efek kapiler kertas pada pelarut, maka larutan warna akan bergerak menuju ke bagian atas kertas, dan seiring dengan bergeraknya larutan, maka zat warna yang ada akan terpisah berdasarkan perbedaan densitasnya.
9.    Adapun pemanasan air sebanyak 800 ml dilakukan dalam waktu 10 menit dan selanjutnya didiamkan selama 4 menit lalu diambil sebanyak 40 ml untuk percobaan. Waktu dalam melakukan proses kromatografi ini adalah 10 menit
10.    Ukur jarak komponen (zat pewarna) dan pelarut dari titik awal.
Berikut ini adalah dokumentasi pada pelaksaaan prosedur percobaan :

Gambar 1. Strip Kertas Kromatografi                     Gambar 2. Proses Pengeringan Kertas Kromatografi Lapis Lem

Gambar 3. Proses Pemanasan Pelarut                        Gambar 4. Proses Pengadukan Pelarut Air Garam

Gambar 5. Proses Pengujian                                 Gambar 6. Hasil Pengujian

 

Gambar 7. Pengukuran Faktor Retensi Hasil Pengujian

 

TEKNIK PENGUKURAN
Pada percobaan ini, penulis akan mengukur jarak zat pewarna dan pelarut dari titik awal. Untuk mengukur jarak dari tiap komponen zat pewarna bergerak, maka dilakukan dengan menghitung faktor retensi (Rf). Nilai dari faktor retensi merupakan perbandingan antara jarak komponen bergerak dari titik awal dibandingkan terhadap jarak pelarut bergerak dari titik awal. Persamaan untuk menghitung faktor retensi :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s