Arti Selembar Kertas

pen_paper

Sumber Gambar: http://bloggers.com/post/kertas-putih-yang-polos-5573641

Beberapa waktu yang lalu, ayah menelepon saya mengenai kertas-kertas saya yang dibawa dari bandung yang disimpan di rumah. Yup, semua kertas itu adalah tentang segala kegiatan perkuliahan saya selama 4 tahun di Bandung, seperti catatan kuliah, tutorial, catatan praktikum, laporan tugas/praktikum, termasuk juga dengan fotocopy-an catatan teman. Ayah saya nanya mau diapakan semua kertas itu, yang sudah banyak memenuhi ruang kamar, yang kalau dipikir – pikir karena jumlahnya yang sangat banyak mungkin bakal untung banyak kalau dikiloin😀.  Saya belum bisa memutuskan akan mau diapakan semua kertas di rumah. Kalau dulu, ketika memilah kertas mana yang akan dibuang dan mana yang disimpan. Sebagian besar waktu pasti saya gunakan untuk membaca kembali isinya. Dan apa yang terjadi? Pada akhirnya saya ga jadi membuangnya. Ya, bukan karena harganya yang mahal tapi karena isinya yang berharga. Saya tetap menyimpan kertas-kertas itu karena saya tau bahwa kertas itu akan saya gunakan kembali untuk perkuliahan yang laen atau pas ngerjain tugas baru.

Biasanya juga, dulu… untuk kumpulan kertas catatan/ fotocopy-an, jika tulisannya hanya di satu sisi saja, maka di sisi lain yang masih kosong bisa dimanfaatkan untuk menulis catatan yang lain, kertas dibaca, disimpan, tidak terpakai kemudian buang.

Dari kebiasaan saya itu, saya tersadar bahwa keputusan kertas di buang atau tidak itu diliat dari isinya. Atau lebih kepada manfaat dari kertas itu bagi saya. Ketika kertas itu isinya manfaat tentu akan disimpan, tapi kalau isinya ga jelas yah dibuang.

Kalau diliat sih sama aja kayak manusia, manusia yang punya manfaat bagi orang sekitar pasti akan dijaga dan dirawat. Tapi kalau yang ga punya, ngapain harus dijaga? Jika kertas dijaga karena isinya penting atau karena bisa memberi tempat bagi orang untuk menulis, maka apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain agar mendapatkan nilai positif?

Seperti selembar kertas, seseorang itu ga bisa diliat dari bentuk fisiknya. Bukan dari seberapa mancung hidungnya, seberapa putih kulitnya, atau seberapa tinggi badannya. Melainkan apa isi dari orang tersebut. Sangat bergantung pada apa yang ‘tertulis’ di dalamnya. Jika yang tertulis itu bagus, maka pasti akan keliatan dari perilakunya yang baik di kehidupan sehari-hari. Jika yang sering ditulis buruk, tentu yang akan keliatan perilaku atau hal yang buruk.

Seperti halnya juga kertas yang dapat mencatat segala tulisan yang kita buat, jiwa manusia juga mencatat segala tindakan/ perbuatan yang  dilakukan selama hidup di dunia. Maka dari itulah, nantinya kita ga akan bisa berdusta di hadapan Tuhan.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” (QS. Yasin: 65)

2 thoughts on “Arti Selembar Kertas

  1. mmm, iya. Apapun bahannya, warna, bobot, atau ukurannya ga menentukan nilai dari kertas, tapi kualitas dari isinya yang paling penting.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s