Belajar Kehidupan dari Fenomena Precipitation Hardening

Fenomena pengerasan paduan logam dengan cara membentuk fasa presipitat dalam matriks logam induk disebut sebagai Precipitation Hardening. Dalam banyak kuliah dan textbook paduan Al – 4% Cu lah yang paling banyak dicontohkan.

Precipitation Hardening intinya (CMIIW) adalah pembentukan fasa baru melalui mekanisme difusi dari suatu paduan yang bersifat supersaturated solid-solution. Fasa presipitat itu sendiri merupakan fasa transisi sebelum fasa baru terbentuk. Suatu presipitat dapat memperkeras material dikarenakan alasan yang kurang lebih sama dengan pengerasan akibat interstisial ataupun cacat, yaitu adanya distorsi dan internal stress sehingga akan menyulitkan bagi dislokasi untuk bergerak.

Ada hal yang menarik dari fenomena ini, yaitu adanya overaging yang akan menyebabkan penurunan pengaruh pengerasan dari proses ini. Overaging akan mengubah fasa presipitat yang masih memiliki koherensi dengan matriks logam menjadi suatu fasa (biasa disebut teta) yang sudah tidak memiliki koherensi lagi (incoherent) dengan matriksnya.

Dari hal di atas kita bisa melihat efek kekoheren-an second phase terhadap matriks pada pengerasan yang terjadi. Semakin kecil tingkat kekoherensian second phase maka paduan kita akan semakin keras. Akan tetapi bila sampai second phase tersebut sudah tidak koheren lagi maka yang akan kita dapat malahan penurunan kekerasan. Jadi kondisi overaging itu adalah suatu kondisi mubadzir (sia-sia) dimana energi yang dikeluarkan lebih banyak namun hasil yang didapat malah tidak efektif.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari fenomena ini, yaitu :

1.    Bahwa usaha peningkatan kemampuan suatu manusia melalui latihan (belajar) ada batas efektifnya. Kita bisa lihat dari fenomena overaging yang malah akan menurunkan kekerasan material. Berarti dimungkinkan juga akan adanya suatu fenomena yang disebut overlearning dan overtraining (mulai ngarang :D). Kita harus introspeksi apakah selama ini kita belajar hingga larut malam sebelum ujian selalu mendapatkan nilai bagus ?? Bila tidak, bisa jadi anda sudah mengalami overlearning.

2.     Bahwa efek pengerasan yang dihasilkan oleh fasa yang memiliki kekoherensian dengan matriks akan lebih tinggi dibanding fasa yang tidak koheren lagi dengan matriksnya. Apa artinya ? Bahwa dalam setiap kita melakukan suatu pekerjaan kita dituntut untuk tetap menjaga kekoherensian diri kita dengan lingkungan sekitar kita (matriks). Bila sampai kita terlalu sibuk mengerjakan sesuatu sampai-sampai lupa bersosialisasi (ansos) dengan lingkungan maka akan ada kemungkinan hasil yang kita dapat akan tidak maksimal.

Coba kita introspeksi, setiap kita mengerjakan tugas dari dosen kita selalu sibuk menjelang deadline hingga kita harus mengerjakan tugas yang untuk satu semester dalam satu malam saja. Mungkin saja pada malam tersebut kita tidak menghadiri rapat himpunan dan unit dengan alasan seperti itu. Lalu apakah hasil dari tugas semalaman itu selalu memuaskan ?? Bisa jadi bila kita pandai mengatur waktu sehingga kita bisa tetap mengerjakan tugas akademik sekaligus berorganisasi maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik dari itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s